Menu

Keris Tilam Upih Pamor Melati Rinonce Tumpuk Tangguh Tuban TUS Sepuh

Detail Produk Keris Tilam Upih Pamor Melati Rinonce Tumpuk Tangguh Tuban TUS Sepuh

Keris Tilam Upih Pamor Melati Rinonce Tumpuk Tangguh Tuban TUS Sepuh

Dhapur Keris (Jenis Bentuk Keris) : Tilam Upih
Pamor (Motif Lipatan Besi) : Melati Rinonce Tumpuk (LANGKA)
Tangguh (Perkiraan Masa Pembuatan) : Tuban (TUS)
Panjang Bilah : 33 cm
Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Kuno
Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno
Pendok : Bunton Surakarta Perak Kuno
Mendak : Tembaga Sepuh Emas Kuno

Dialih rawatkan (dimaharkan) Keris Tilam Upih Pamor Melati Rinonce Tumpuk Tangguh Tuban TUS Sepuh sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Keris-Tilam-Upih-Pamor-Melati-Rinonce-Tumpuk-Tangguh-Tuban-TUS-Sepuh-3- Keris-Tilam-Upih-Pamor-Melati-Rinonce-Tumpuk-Tangguh-Tuban-TUS-Sepuh-4- Keris-Tilam-Upih-Pamor-Melati-Rinonce-Tumpuk-Tangguh-Tuban-TUS-Sepuh-5- Keris-Tilam-Upih-Pamor-Melati-Rinonce-Tumpuk-Tangguh-Tuban-TUS-Sepuh-1-

Keris Pamor Melati Rinonce
Melati Rinonce adalah salah satu motif pamor yang bentuk gambarannya mirip dengan bunga melati yang diuntai dengan benang. Bulatan-bulatan yang berlapis, berderet di sepanjang bilahnya, mulai dari bagian pangkal sampai ke ujung, dan bulatan-bulatan itu dihubungkan dengan garis pamor.

Filosofi, melati dianggap sebagai bunga yang melambangkan kesucian, keanggunan dan ketulusan. Selain itu kendati bunga melati berkuran kecil, namun aroma wanginya amat semerbak. Melambangkan keindahan dalam kesederhanaan dan kerendahan hati sang pemilik pusaka.

Keris-Tilam-Upih-Pamor-Melati-Rinonce-Tumpuk-Tangguh-Tuban-TUS-Sepuh-2-

Konon, pemakaian roncean usus-usus merujuk pada bentuknya yang menyerupai usus dan dikaitkan dengan legenda Haryo Penangsang. Sosok ksatria sejati dan pantang menyerah dalam legenda Haryo Penangsang inilah yang dianggap asal mula pemakaian ronce melati pada keris pengantin pria dalam tradisi Jawa.

Alkisah pada masa Kesultanan Demak abad ke-XVII, Haryo Penangsang kalah bertarung dengan Sutawijaya hingga perutnya tertusuk tombak dan ususnya terburai. Pantang menyerah, ia malah melingkarkan ususnya yang terburai ke dalam warangka (sarung keris) yang terselip di pinggangnya. Haryo Penangsang yang ingin menyerang lawannya kembali tanpa sadar mencabut keris yang ada lilitan ususnya. Namun nahas, ia justru tewas terbunuh oleh kerisnya sendiri.

Tangguh Tuban TUS

Keris tangguh tuban pada umumnya memiliki pejetan yang sempit, gandik-nya tegak tidak mboto rubuh seperti pada umumnya keris, dan bilahnya nglimpo agak lebar. Gonjo-nya pun mayoritas lurus atau wuwung (agak melengkung). Kepala gonjo umumnya berbentuk buweng (bulat), dan bagian perut berupa mbathok mengkurep, dan ekornya nguceng mati.

Jika mengingat tentang kerajaan tuban, teringat pula tentang kisah-kisah legenda yang sampai saat ini masih terngiang di telinga masyarakat. Masyarakat Tuban tidak bisa dipisahkan dari legenda Ronggolawe dan Brandal Lokajaya. Legenda itu begitu kental dan menyejarah sehingga sedikit banyak mewarnai pembentukan sistem nilai pribadi dan sosial. Elite politik sering kali memanfaatkan untuk kepentingan dan pencapaian target politiknya.

Legenda Ronggolawe versi masyarakat Tuban berbeda dengan naskah sejarah seperti ditulis kitab Pararaton maupun Kidung Ranggolawe. Menurut Kidung Ranggolawe, tindakan ngraman (berontak) Ronggolawe dilancarkan setelah tuntutannya agar pengangkatan Empu Nambi sebagai Patih Amangkubumi Majapahit dianulir.

Rudapaksa politik yang menurut Pararaton terjadi pada tahun 1295 itu berakhir tragis. Raja Kertarajasa Jayawardhana menolak tuntutan Ronggolawe tersebut. Pasukan dikirim untuk menyerang Ranggolawe. Akhirnya Ronggolawe diperdayai untuk duel di Sungai Tambak Beras. Dia pun tewas secara mengenaskan oleh Mahisa Anabrang. Bagi masyarakat Tuban, Ronggolawe bukanlah pemberontak, tetapi pahlawan keadilan. Sikapnya memprotes pengangkatan Nambi, karena figur Nambi kurang tepat memangku jabatan setinggi itu.

Nambi tidak begitu besar jasanya terhadap Majapahit. Masih banyak orang lain yang lebih tepat seperti Lembu Sora, Dyah Singlar, Arya Adikara, dan tentunya dirinya sendiri. Ronggolawe layak menganggap dirinya pantas memangku jabatan itu. Anak Bupati Sumenep Arya Wiraraja ini besar jasanya terhadap Majapahit.

Ayahnya yang melindungi Kertarajasa Jayawardhana ketika melarikan diri dari kejaran Jayakatwang setelah Kerajaan Singsari jatuh (Kertarajasa adalah menantu Kertanegara, Raja Singasari terakhir). Ronggolawe ikut membuka Hutan Tarik yang kelak menjadi Kerajaan Majapahit. Dia juga ikut mengusir pasukan Tartar maupun menumpas pasukan Jayakatwang.

Bagi masyarakat Tuban, Ronggolawe adalah korban konspirasi politik tingkat tinggi. Penyusun skenario sekaligus sutradara konspirasi politik itu adalah Mahapati, seorang pembesar yang berambisi menjadi patih amangkubumi. Melalui skenarionya, Lembu Sora, paman Ronggolawe yang membunuh Mahisa Anabrang akhirnya dibunuh oleh pasukan Nambi melalui tipu daya yang canggih. Empu Nambi sendiri mati dengan tragis.

Rp 2.888.000
Order Sekarang » SMS : 082235917823
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeKK492
Nama BarangTombak Korowelang Pamor Meteorit Tangguh Mataram Sultan Agung Sepuh
Harga Rp 2.888.000
Lihat Detail
Rp 3.111.000
Order Sekarang » SMS : 082235917823
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeKK462
Nama BarangKeris Kebo Dengen Luk 5 Tangguh Mataram Amangkurat Sepuh
Harga Rp 3.111.000
Lihat Detail
Rp 4.555.000
Order Sekarang » SMS : 082235917823
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKeris Carito keprabon Luk 11 Mataram Amangkurat
Harga Rp 4.555.000
Lihat Detail
Rp 4.555.000
Order Sekarang » SMS : 082235917823
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeKK441
Nama BarangKeris Tangguh Blambangan Pamor Singkir Tilam Upih Asli Sepuh
Harga Rp 4.555.000
Lihat Detail

Cari Produk

Hubungi Kami

082235917823
082235917823
082235917823
pusakakerisnusantara@gmail.com

Rekening Bank